Corona Virus : Apa, Seberapa Berbahaya, dan Sudahkah Ada Penawarnya ?  

Sejak 31 Desember 2019 dimana kasus pertama dideteksi di Wuhan, kini polemik virus corona 2019 n-CoV sudah menyebar ke berbagai belahan dunia. Mengapa tidak ? Virus yang dapat tersebar lewat Droplet ( Cairan yang dikeluarkan lewat sistem pernafasan manusia saat bersin/batuk) ini memilik masa inkubasi 1-14 hari. Dimana banyak dari kasusnya menular tanpa penular itu sendiri mengetahui bahwa ia telah terjangkit virus ini.

Tetapi sebenarnya semengerikan apa virus ini ? Jika kita menoleh kebelakang, wabah yang sama telah terjadi di masa lalu. Sebut saja SARS-CoV dan MERS-CoV yang telah merenggut ratusan nyawa pada 2003, 2012 hingga 2018. Tetapi apakah COVID-19 semengerikan saudara-saudaranya itu ? Jawabannya adalah bisa dikatakan tidak, dibandingkan Ebola yang memilik death rate (tingkat kematian) 50% ataupun MERS dengan 35% death rate. Virus Corona memilik death rate 8.971% dan itupun dikarenakan semakin tua korban, semakin tinggi tingkat kematiannya. Sebuah penelitianpun mengatakan, korban dengan rentang usia 50 memiliki 3x lipat tingkat kematian dibangdingkan dengan korban yang berusia 40.

Tetapi, bukan berarti virus corona dapat diremehkan. Corona Virus bisa juga dikatakan sangat berbahaya, mengapa ? karena hinga pada saat artikel ini diberitkan. Belum ada anti-virus untuk menyembuhkan penyakit ini, sehingga virus  corona dapat dengan leluasa menyerang sistem imun tubuh inangnya tanpa adanya perlawanan. Dibandingkan dengan Mers yang membutuhkan 930 hari atau SARS yang membutuhkan 130 hari, Virus corona hanya membutuhkan 48 hari untuk menjangkit 1000 orang.

Tertanggal 2 Maret 2020, dimana Kasus virus korona pertama di Indonesia pada dua orang warga negara Indonesia, serangan panik dan ketakutan masyarakatpun memperparah polemik korona ini. Yang menjadi pertanyaannya saat ini adalah sudah dimanakah sekarang kita pada perjalanan menuju vaksin virus corona ? Jawabannya adalah masih jauh,  bisa saja butuh belasan hingga puluhan tahun. Kenapa ? karena selain membutuhkan waktu yang lama, dana yang dibutuhkan juga sangat besar. Karena didalam proses pembuatannya, calon vaksin butuh diuji coba berkali-kali dan melalui berbagai macam tahap.

Mari kita buka catatan wabah serupa, Ebola, dimana kasus pertama tercatat pada tahun 1976, vaksin mulai diteliti pada tahun 1900-an, yang baru selesai dikembangkan pada tahun 2003 dan dapat digunakan kepada masyarakat umum pada tahun 2005. Atau penyakit lain, PES yang muncul di abad ke-14, namun hingga saat ini masih dicari vaksinnya .

Tetapi jangan mulai panik dan menyerbu masker ataupun hand sanitizer dulu. Kemajuan teknologi, baik dalam bidang kesehatan, komunuikasi maupun transportasi membuat kasus kali ini tidak sesulit zaman dahulu untuk dituntaskan. Bahkan, para ilmuwan sudah mengatakan bahwa secara realistis, untuk menemukan anti virus corona, hingga mempublikkannya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Kenapa bisa secepat ini ? karena untungnya, kita sudah mencuri start melakukan riset panjang sejak wabah SARS dan MERS muncul pada 2002 dan 2012.

Ditambah lagi pada 17 Maret 2020, Baik Lembaga penilitian milik akademi kesehatan militer China. Dan produsen vaksin CanSino Biologics, tianjin, timur laut Cina. Sudah mengungkapkan kesiapan untuk melakukan uji coba klinis terhadap vaksin penangkal virus corona. Chen Wei, pimpinan pengembangnya pun sudah menyatakan uji coba tersebut dapat berlangsung pada waktu dekat. Bahkan di China sendiri, tingkat kematian terus menurun seiring dengan berjalannya waktu. Kabar yang cukup melegakan bukan?

 

 

Namun dengan adanya berita baik tersebut, bukan berarti kita bisa menurunkan rasa waspada kita. Bukan dengan cara memborong bahan pokok dan alat kebersihan seperti masker atau hand sanitizer, rajin mencuci tangan dan menjaga kesehatan tubuh dinilai jauh lebih efektif. Pastikan kondisi sekitar anda bersih dan tetap sehat, jaga kebersihan, pola makan dan pola tidur anda tetap baik. Dan juga jangan mudah percaya jika ada sebuah berita atau oknum-oknum nakal yang mengatasnamakan virus corona.

Yang pasti, virus corona patut diwaspadi, tetapi jangan menjadikannya sebagai suatu alasan yang  membuat anda memiliki ketakutan dan kecemasan berlebihan. Pihak pemerintah dan BUMNpun juga berlomba dengan waktu untuk menghentikan persebaran virus ini.

Kabar baiknya, sudah banyak pasien yang sembuh dengan sendirinya, tertanggal 18 maret saja dari 200.907 kasus, 82.813 telah dinyatakan sembuh. Virus Corona memang berbahaya, tetapi lebih berbahaya lagi rasa panik dan takut yang berlebihan!

 

 

Salam LPKNI. (oln)

 

 

Sumber : Berbagai Sumber

 

Bagikan melalui :

1 komentar untuk “Corona Virus : Apa, Seberapa Berbahaya, dan Sudahkah Ada Penawarnya ?  ”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *